pegagan pengganti ginkyo biloba

Produk berbasis Ginko biloba untuk memperbaiki daya ingat akhir-akhir ini mudah dijumpai di pasar. Sayang, tanaman itu bukan berasal dari negeri kita tapi dari kawasan subtropis. Negeri kita dikenal a mega biodiversity country memiliki tanaman serupa. Centela asiatica L. namanya, atau dikenal dengan “pegagan”. Jika produk berbasis Ginko biloba mahal, mengapa tidak berpaling ke negeri sendiri ?

Orang jawa mengenal pegagan sebagai antanan. Adapula yang menyebutnya ganggangan, kerok batok, panegowang, rendeng, atau calingan rambut. Sementara orang Sunda menamainya antanan gede. Beberapa daerah lain memiliki nama lokal sendiri: kos tekosan (Madura), pagaga (Makasar), dau tungke (Bugis), kori-kori (Halmahera), kolotidi manora (Ternate).

Menurut catatan, asal tanaman ini adalah di kepulauan sepanjang Samudera Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Selain banyak tumbuh di Indonesia, juga di pesisir timur Madagaskar, dan Mauritis. Pegagan biasanya memilih tempat yang basah, rawa-rawa, atau sepanjang tepi sungai. Kalau di negeri kita, banyak ditemukan terutama di daerah dataran tinggi dan berbagai tempat seperti sawah, perkebunan teh, dan sebagainya.

Pegagan termasuk tanaman tahunan daerah tropis yang berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya lunak dan beruas, serta menjalar hingga bisa mencapai semeter tingginya. Pada tiap ruas, akan tumbuh akar berwarna putih. Dengan berkembangbiak secara vegetatif, ia cepat beranak-pinak. Jika keadaan tanahnya bagus, tiap ruas yang menyentuh tanah akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Makanan Otak dan Umur Panjang

Bagian yang dimanfaatkan sebagai obat ialah daunnya dan bagian yang berada di atas permukaan tanah. Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan tahun lalu. Dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur), membersihkan darah, dan memperlancar air seni. Orang-orang Timur bahkan menggunakannya untuk menyembuhkan lepra dan TBC.

Manfaat penting lainnya adalah memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak, dan memperlancar aliran darah ke pembuluh-pembuluh otak. Pegagan juga dipercaya bisa menanggulangi luka bakar, sirosis hati, keloid, , salah urat, gangguan pembuluh vena, lupus, mencegah varises, serta meningkatkan fungsi mental. Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf.

Dari uji klinis di India, pegagan dapat meningkatkan IQ, kemampuan mental, serta menanggulangi lemah mental pada anak-anak. Termasuk juga meningkatkan kemampuan belajar dan memori seseorang. Karena manfaatnya itu, tanaman ini juga dikenal sebagai “makanan otak”.

Diantara sekian banyak kandungan bahan aktif pada pegagan seperti asam bebas, mineral, vitamin B dan C, bahan utama yang dikandungnya adalah steroid, yaitu triterpenoid glycoside. Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa. Beberapa bahan aktif akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, anti stres, dan anti cemas.

Asiatosida berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat. Dosis tinggi dari glikosida saponin akan menghasilkan efek pereda nyeri. Saponin yang terkandung dalam tanaman ini mempunyai manfaat mempengaruhi collagen, misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.

Pegagan dikenal juga dengan herba untuk awet muda dan memperpanjang usia. Hal ini terbukti dari pengamatan pada gajah yang kita kenal memiliki umur panjang karena satwa ini memakan cukup banyak tanaman centella.

Dosis Penggunaan

Menurut Ir. Heru D. Wardana, M.Hort.Sc., peneliti tanaman asli Indonesia, daun centella kering bisa digunakan seperti teh, yaitu dengan menuangkan 1-2 sendok teh (5-10 g) daun pegagan ke dalam 150 ml air panas dan membiarkannya selama 10-15 menit. Tiga gelas biasanya diminum setiap hari. Ekstrak daun pegagan yang mengandung hingga 100% triterpenoid umumnya dapat diminum sebanyak 60 g sekali atau dua kali sehari.

Pegagan Tanaman Apotek

Pegagan adalah tanaman yang kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi. Juga mengandung tanin yang dapat membantu mengatasi radang usus dan sakit perut. Senyawa asiatikosida dan senyawa antilepra yang dikandungnya berguna sebagai penyembuh luka, radang tenggorokan, perut, dan usus.

Seluruh bagian tanaman ini bisa digunakan sebagai pengobatan. Daunnya manjur untuk menyembuhkan luka baru kecil. Daun yang diseduh ternyata bisa untuk mengobati luka-luka karena sifilis dengan mencuci lukanya. Getah dari terna-diberikan tersendiri atau dimasak sebagai sayur-bisa dipakai untuk mengobati sakit perut dan cacingan pada anak-anak. Getah dari akar yang dipanaskan bisa untuk membersihkan luka bernanah.

Masih banyak kegunaan pegagan, antara lain mengatasi hipertensi, wasir, mimisan, sakit kepala, menambah nafsu makan, dsb. Tapi prinsipnya, ia berkhasiat sebagai antipiretik(penurun demam), diaforetik(pengeluaran keringat), diuretik(melancarkan air seni), serta antiinfeksi.

Meski tumbuhan ini liar, ada yang menanamnya di halaman rumah sebagai penutup tanah. Ia suka akan tanah lembab dan cukup sinar matahari. Di pasar juga sering dijual sebagai sayuran. Daun segar rasanya agak pahit dan seperti peterseli.

GAMBAR PEGAGAN :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: